Copywriting itu bukan ilmu untuk menjual apa pun via online. Tujuan utama dari copywriting adalah untuk memberikan penawaran sejelas-jelasnya pada target audien. Penawaran tersebut bisa dalam bentuk poin-poin manfaat, diskon, dan sebagainya. Dalam pembuatan social media banner, teknik copywriting apa yang paling cocok digunakan?

  1. Teknik dari Victor O. Schwab

Victor O. Schwab adalah seorang marketer terkenal yang berhasil meningkatkan penjualan berkat teknik pamungkasnya. Teknik yang ia terapkan sederhana. Dalam pembuatan copywriting, ia menyarankan agar target audien tahu keuntungan apa yang mereka dapatkan. Pada space akhir di banner, minta target audien untuk bertindak agar mau nge-klik tombol CTA.

  1. Teknik AIU

Bagaimana perasaan Anda ketika menerima amplop yang baru dikirimkan oleh teman masa kecil? Pasti rasanya ingin buru-buru membuka. Betul? Inilah dasar dari teknik AIU yang merupakan kependekan dari Attention, Interest, dan Urgency. Terapkan teknik ini ketika membuat social media banner untuk kepentingan promosi produk atau layanan.

  1. Teknik PPPP

Teknik ini pertama kali diperkenalkan oleh Henry Hoke. PPPP sendiri merupakan kependekan dari Picture, Promise, Prove, dan Push. Berikan gambaran lebih dahulu agar bisa menciptakan keinginan besar pada target audien Anda. Kemudian janjikan manfaat yang diperlukan mereka dengan apa adanya. Lalu buktikan dengan testimoni dan dorong mereka untuk melakukan aksi, misal pemesanan atau berlangganan.

  1. Teknik AIDA

Inilah teknik yang paling sering digunakan oleh marketer online di Indonesia. AIDA merupakan kependekan dari Attention, Interest, Desire, dan Action. Jadi, perihal aksi untuk berlangganan atau memesan produk ditempatkan pada bagian akhir. Skemanya harus bisa membujuk serta meyakinkan target audien lebih dulu, baru ciptakan konversi.

  1. Teknik Star-Hook

Teknik copywriting ini pertama kali diperkenalkan oleh Frank Dignan. Untuk membuat banner yang efektif salah satunya dengan menunjukkan star atau bintang dari produk terbaik Anda. Produk atau layanan tersebut harus memiliki jumlah peminat yang paling besar. Baru kemudian Anda hook atau ajak mereka untuk merespons penawaran tersebut.

  1. Teknik Lima Poin

Jack Lacy benar-benar membuat penerapan copywriting untuk keperluan promosi sehari-hari jadi lebih mudah. Untuk menerapkan teknik ini, buat 5 pertanyaan lebih dulu. Semuanya fokus pada keperluan target audien.

  • Apa yang Anda berikan pada saya setelah melihat penawaran?
  • Prosesnya?
  • Siapa saja yang harus bertanggung jawab atas penawaran tersebut?
  • Anda membuat penawaran untuk kami, bukan?
  • Berapa biaya yang harus saya keluarkan?
  1. Teknik DDPC

Teknik ini menekankan pada pemberian solusi pada target audien. Maka dari itu, DDPC merupakan kependekan dari Dramatic, Descriptive, Persuasive, dan Clinching. Meskipun agak sulit diterapkan, jika sudah berhasil melakukannya, maka target audien kemungkinan besar akan berkunjung lagi dan lagi.

  1. Teknik SCH

SCH merupakan kependekan dari Star, Chain, dan Hook. Pada penerapan teknik ini, gunakan metode storytelling. Tujuannya agar target audien terlibat langsung pada aktivitas penawaran Anda. Kemudian buat perangkap agar penawaran Anda tidak mudah hilang dari pikiran mereka. Baru tarik atau hook agar mereka mau memesan atau berlangganan.

  1. Teknik TSU

TSU berangkat dari Tantangan, Solusi, dan Undangan. Teknik ini sangat cocok digunakan untuk keperluan promosi suatu layanan. Misalnya Anda ingin membuat banner untuk program latihan panjat tebing atau mendaki gunung yang efektif.

Banyak sekali teknik copywriting yang bisa Anda terapkan pada social media banner. Hampir semua teknik di atas sangat efektif. Hanya saja perlu keuletan dan kepekaan saat membuatnya. Jangan sampai terkesan merendahkan target audien. Soalnya mereka lebih suka penawaran yang menawarkan solusi sekaligus menyenangkan untuk disimak.