by

Cara Mudah Mengembangkan Kecerdasan Anak

Apakah kamu ingin si Kecil cerdas, maka kamu harus perhatikan stimulasi aspek kognisinya?

Hal ini karena, kognisi jikalau disederhanakan maka akan berarti kemampuan otak untuk dapat mengembangkan kemampuan rasional.  Jadi kemampuan ini akan mencakup aspek sintesis, pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, dan penilaian atau penghargaan dan evaluasi. Dengan aktivitas ini jelas akan melibatkan kemampuan berpikir si Kecil. Dengan bagaimana ia mengolah informasi, kemudian memecahkan masalah, dan juga bereaksi terhadap sebuah peristiwa. Jadi semakin baik kemampuan kognisi si Kecil, maka akan semakin cepat ia menguasai sesuatu serta semakin tepat dia bertindak.

Namun pertanyaannya, bagaimana cara melatih kognisi si Kecil? Gisella Tani Pratiwi, M.Psi telah menuturkan, yakni ada 5 aspek yang dapat diasah agar kemampuan kognisi si Kecil dapat berkembang optimal, dan berikut di antaranya:

Mengasah Atensi

Atensi merupakan istilah lain dari perhatian, pada sebuah proses menangkap informasi dengan indra, pada proses mengingat, ataupun proses kognitif lainnya. Sehingga anak dengan atensi yang baik dapat memusatkan dan mempertahankan konsentrasi pada aktivitas yang dilakukannya, hal ini bisa dimisalkan, yakni ketika menyusun  balok, menggambar, dan juga berinteraksi dengan teman sebayanya. Maka kemampuan ini di masa sekolah juga sangatlah penting, karena anak harus memusatkan perhatian yakni pada berbagai hal yang terkait dengan materi akademis.

Dan berikut stimulasi yang dapat diberikan supaya atensi si Kecil jadi optimal:

1. Belajar melalui komunikasi sehari-hari

Ketika berkomunikasi dengan si Kecil, maka posisikan tubuh orang tua agar sejajar dengannya, sehingga ia akan nyaman berbicara tanpa perlu mendongakkan kepalanya. Kemudian cobalah berbicara dengan jelas, lalu runut, dan juga tidak terburu-buru. Bisa juga dengan tatap wajah dan mata si Kecil ketika berkomunikasi. Selanjutnya lakukan pembicaraan sampai tuntas. Dengan hal yang sama berlaku ketika si Kecil mencoba berbicara dengan orang tua. Maka hindari berkomunikasi sambil lalu, atau bermain handphone, dan mendengarkan seperlunya.

2. Dengan membacakan cerita

Hal ini juga sangat baik untuk mengasah konsentrasi, atensi, dan juga imajinasi si Kecil. Maka pilih buku dongeng menarik sesuai dengan usia si Kecil. Lalu minta ia untuk mendengarkan dengan baik, selanjutnya berikan intonasi dan nada yang sesuai dengan  jalan cerita. Kemudian bacakan cerita sampai selesai. Karena dengan cara itu, si Kecil akan tahu setiap aktivitas memiliki permulaan sekaligus akhir.

3. Bisa hindari kebiasaan memotong pembicaraan dengan si Kecil

Karena memotong pembicaraan juga tidak mengajarkan kepada si Kecil tentang bagaimana menjadi pendengar yang baik. Atau dengan kata lain, ajari si Kecil supaya tidak melakukan hal ini. Namun orangtua harus menjadi teladan, ketika menjadi pendengar bagi anak, sehingga jangan dulu menginterupsi sebelum anak menyelesaikan pembicaraannya tersebut.

4. Menggunakan mainan atau Alat Bantu

Saat ini ada banyak sekali mainan atau alat bantu yang bisa melatih atensi si Kecil, misalnya seperti meronce manik-manik,  balok susun, mainan kartu, atau menyusun puzzle. Akan tetapi, hindari memberikan stimulasi yang berlebihan saat bermain. Dan pada gilirannya, biarkan anak bisa bermain sesuka hati mengikuti imajinasinya sendiri.

Mengembangkan otak si Kecil juga bisa dilakukan dengan mengajarkan bahasa yang baik, asah terus memori si kecil, membantu memecahkan masalahnya, dan lainnya, namun aspek kognitif anak juga bisa meningkat dan selalu terasah jika kita juga memberikan asupan gizi yang baik seperti memberikan susu Dancow.

News Feed